Cerita Pergokin Babi Ngepet Lagi #344

kopi susu bukan campuran dari jus buah

andrypein.net : Cerita ane pergokin babi ngepet itu kejadiannya senin 20 Februari pukul 01.40 dini hari diri ini terperangkap dalam keadaan insomnia akut dan tak sadar sekitar 3 jam ke depan aing harus berangkat kerja dalam rush hour nya senin yang begitu memuakkan mata (dalam kurung macet).

Dengan membawa badan yang masih sadar, saya menyengajakan diri untuk pergi ke warung kopi si abah, ya karena lapar juga kali aja ada mie rebus.

Tiba-tiba mata ini melihat penampakan hewan jadi-jadian (menyerupai Babi) yang lari masuk menembus salah satu rumah tetangga di daerah kosan saya (Astagfirullah aing pergokin babi ngepet).

Karena sudah biasa melihat yang begituan ahirnya saya skip saja si babi sampai juga di warung kopi si abah yang jaraknya di lewat 1 rumah setelah dikasih penampakan babi tersebut.

Ternyata si abah masih buka, di warung tersebut ada seorang bapa2 dan ibu2 serta si abah nya sendiri sedang membicarakan hal ganjil yang terjadi di lingkungan itu, dan saya pun pesan mi rebus dan kopi segelas tanpa ada niat mau nguping pembicaraan mereka.

Pembicaraan mereka terkait dengan perburuan babi yang menjadi bulan2an masa disana, (saya belum tahu, karena tidak ada niat nguping). Karena saya srek dengan pengalaman 5 menit yang lalu kemudian saya bertanya kepada si bapa.

🧔🏻‍ : bapa
👨🏼‍🦳 : abah
👩🏼‍🦳 : Ibu
👦🏿 : Saya

👦🏿 : “Babi apaan pa? Babi beneran atau babi jadi2an?”, tanya saya.

🧔🏻‍ : “Babi jadi-jadian lah dek, ga mungkin warga kampung bawah ngeboro sampai hebohnya.” jawab si bapa.

👦🏿 :”waaah, barusan saya liat banget pa, masuk lari tembus tembok ke rumah itu.”

👨🏼‍🦳 : “rumah yang mana?”

👦🏿 :”yang cat kuning pa”

lalu si ibu yang baru saya temui itu spontan memotong pembicaraan.

👩🏼‍🦳 : “wah, itu rumah saya de, ah masa, itu kucing atau tikus kali”

👦🏿 : “ngga bu, kalo kucing ama tikus kekecilan bu, dia besar bu”

👩🏼‍🦳 : “astagfirullah, itu rumah ibu de”

👦🏿 : “dia kaget kayanya bu, makanya lari pas ketemu saya, lari tembus tembok dan ngilang gitu bu”


Lalu pembicaraan mengarah pada sesi curhat si ibu yang selalu kehilangan uangnya sedikit demi sedikit, (saya juga belum tahu waktu itu kalau si ibu ternyata orang sunda juga, lalu karena dia nguping saya mesen kopi ke si abah pake sunda juga ahirnya kami berdialog).

👩🏼‍🦳 : “Jang, aslina jang, leres eta teh???”, —> Dek, beneran dek yang barusan tuh?

👦🏿 : “Uhun bu, abi mah tiasa ningali, tos teu aneh nu kararitu mah.” —-> iya bu, saya mah bisa liat yang begituan, udah ga aneh buat mata saya.

👩🏼‍🦳 : “Jang, pantesan ibu sok kaleungitan artos wae, tos sabaraha kali, artos amanat wungkul, artos simpenan kanggo putra ibu, artos arisan, artos titipan kanggo anak yatim” .

de, pantas ibu suka kehilangan uang melulu, sering malah, itu uang simpenan buat anak ibu, uang arisan, juga uang titipan untuk anak yatim.

👦🏿 : “Uhun bu, nu kitu mah nyandak na tara langsung ageung, tapi dicicil, saalit-saalit”

Ahirnya saya pun merasa ga enak dengan curhatan si ibu, lalu saya kasih wiridan supaya babi itu pergi, dan berpesan pada si ibu agar pas pulang langsung zikir, wirid, solat dan ngaji.

Setelah mi rebus itu habis (karena saya makan sambil ngobrol dengan si ibu) saya bayar ke si abah, lalu si abah menghampiri saya dan menggiring saya keluar warung.

“Jang, cik pang nempokeun deui, aya keneh di jero teu?”, —-> dek, tolong liatin lagi apakah si babi masih ada di dalam rumah ga?

“Aya pa”, —> Masih ada pa.

Lalu si abah membisikan sesuatu yang intinya si ibu tersebut memang orang yang punya, uangnya banyak.

Saya kembali ke warung dan bilang ke si ibu kalau si babi masih ada di dalam rumahnya.

Ghaib, takkan terlihat oleh si ibu, karena kalau keliatan berati si babi sial atau ilmunya cetek, berhubung masih bisa tembus2 tembok, sepertinya ritual musyrik pesugihan baru saja dimulai oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Akhirnya si ibu membalas dengan menggratiskan kopi roko dan mi rebus yang saya makan dengan menyuruh si abah mengembalikan uang saya yang telah saya bayar ke si abah.

Bukan karena ingin gratisannya, namun saya berdoa dan berharap agar rumah si ibu ada dalam perlindungan Allah SWT, dan umumnya kita semua ada dalam lindunganNYA.

skip

Pulang ke kosan, tidur jam setengah 4 bangun jam 5, mandi, brangkat kerja, tidur di kantor, pulang sore, dan ketemu lagi si ibu, beliau bilang “Jang, enya uhun artos ibu ical 100rb tos ku ibu di etang ulang oge“.

“nak, uang ibu hilang 100rb meski ibu udah itung ulang berkali2 juga”

innalillahi

Dalam hati “sayangnya saya gabisa ngelacak dimana si kampret yang nyugih ritual babi tersebut, kalau bisa, sudah saya lacak”

Tak apa minimal sudah 2kali aing pergokin babi ngepet yang sedang berkeliaran.

*AFK

Show Comments (1)
error: Nani???